Telusur :
 
Nama Tempat
 
Detail Cantuman
Nama Tempat Terkait Batavia
 
◄ Kembali Ke Daftar
Nama Wilayah Wilhelmina Park (lokasi Masjid Istiqlal sekarang)
Sejarah:  
 

Salah satu taman yang dibangun pemerintah Belanda pada abad ke-19 adalah Taman Wilhelmina atau Wilhelmina Park. Taman yang satu ini dikenal sebagai taman terluas yang pernah ada di Batavia, bahkan Taman modern terbesar di Asia kala itu. Para pembesar Belanda termasuk para tuan tanah serta orang-orang kaya yang menetap di Batavia tiap hari Sabtu atau Minggu selalu menyempatkan diri datang di Wilhelmina Park membawa keluarga atau handai taulan lainnya untuk sejenak menghentikan rutinitas yang melelahkan mulai dari hari Senin hingga hari Jumat. 

Taman Wilhelmina dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Van De Bosch tahun 1834. Selain berfungsi sebagai kebun sayur bagi para opsir Belanda diwilayah tersebut, taman Wilhelmina juga merupakan salah satu tempat tamasya favorite bagi para pembesar Kompeni, serta tuan tanah yang menetap di sekitar Weltevreden.  

Menurut cerita, nama Wilhelmina diambil sebagai bentuk penghormatan warga Hindia Belanda pada calon ratu Wilhelmina Beberapa pengunjung yang kebetulan orang kaya pribumi membawa semacam bekal atau rantang makanan serta alas kain untuk menyajikan makanan begitu waktu makan siang datang. Pada taman itu terdapat juga monumen pendudukan Belanda di Aceh.  Hal menarik yang dapat diceritakan dari Taman Wilhelmina adalah,karena letaknya yang sangat dekat dengan sungai Ciliwung pengunjung dapat mendengar suara gemericik air mengalir. Selain itu , di lokasi ini terdapat benteng bernama “Benteng (Citadel) Prins Federik Hendrik”, yang oleh warga pribumi sering kali disebut sebagai “Gedung Tanah”, serta sebuah Monument “Waterloo” atau dikenal juga dengan nama “Atjeh Monument”. Sebuah monument yang dibangun untuk memperingati tewasnya para serdadu Belanda dalam perang diwilayah Nagroe Aceh Darussalam ,“Batavia grondleggers gezag noord Sumatra” ,     Sayang, seiring perkembangan jaman kondisi Taman Wilhelmina semakin hari makin tidak terawat. Bahkan di awal tahun 1950-an taman indah ini sempat berubah menjadi sebuah lokasi terlantar dan sangat kotor. Hingga akhirnya atas permintaan Presiden Soekarno seluruh taman beserta bangunan yang terdapat didalamnya ditata ulang. Dan areal bekas “Benteng Frederik Hendrik” didirikan Masjid Istiqlal oleh Bung Karno.

 

Sumber: google.co.id
◄ Kembali Ke Daftar
 
 
 
Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan Anda pengunjung ke - sejak 31 Agustus 2015 ©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia