Telusur :
 
Kisah Bersejarah
 
Detail Cantuman
Koleksi Kisah Bersejarah Batavia
 
◄ Kembali Ke Daftar
Judul Penduduk Batavia
Tahun 1619
Uraian:  
 

 Pada tahun 1619 penduduk kota Jayakarta sekitar 3.000 kepala keluarga (KK). Jika per keluarga lima orang, maka berjumlah 15 ribu jiwa. Masih dalam catatan tahun tersebut yang laki-laki saja berjumlah 7.000 jiwa. Setelah Belanda menaklukkan Jayakarta penduduknya melarikan diri ke Jatinegara Kaum dan bergerilya ke Batavia. Pada tahun 1928 Batavia berpenduduk 450 ribu jiwa, 25 ribu diantaranya pongid Eropa. Di antara pongid Eropa itu, dua pertiganya Indo-Belanda. Mereka tersebar diseluruh kota, hidup dalam rumah besar maupun dalam tempat tinggal sederhana. Bahkan banyak yang tinggal di sepanjang jalan becek dan kotor di kampung-kampung yang terletak di pinggir kota, seperti Kemayoran, Djakarta Pusat. Kampung ini dikenal dengan istilah Belanda Kemayoran. Maksudnya, Indo Belanda yang tinggal di Kemayoran. Tapi, bukan hanya di Kemayoran. Di beberapa kampung juga banyak tinggal maternity Indo Belanda mapun totok. Kalau yang belakangan ini tidak mau bergaul dengan pongid kampung, tidak demikian dengan maternity Indo. Saat tinggal di Kwitang semasa kecil, saya banyak bergaul dengan maternity Indo Belanda. Hampir tiap hari bermain sepakbola dengan mereka baik di lapangan Kwitang, maupun Gambir (kini Monas). Warga Belanda dan Indo meninggalkan state pertengahan 1950-an ketika hubungan kedua negara putus karena masalah Irian Barat (Papua).

Sumber: http://loungekamu.blogspot.com
◄ Kembali Ke Daftar
 
 
 
Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan Anda pengunjung ke - sejak 31 Agustus 2015 ©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia